Minggu, 15 Mei 2016

Kesaksian Dalam Yesus Lewat Kisah Nyata

Pengantar Penulis
Refrensi: Kisah Para Rasul 2:17


Dalam nama Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Segala puji dan syukur patut saya angkat kehadirat Tuhan yang menciptakan segala sesuatu, karena kerinduan saya sejak tahun 1999 untuk memulai menulis kesaksian ini, telah terwujud pada Tahun 2009. Tuhan Allah memang punya rencana dan tujuan yang manusia tidak dapat jangkau. Kalau seandainya buku ini saya tulis di tahun 1999, maka banyak hal yang masih terus jadi tanda tanya, sebab apa yang Tuhan pernah nyatakan pada diri saya masih terus terpenuhi sampai saat ini dan bahkan masih akan terus terjadi .

Harapan saya semoga apa yang ada dalam kesaksian ini dapat semakin menumbuhkan iman percaya kita, sehingga hidup kita bagaikan tumbuhan yang berada di dekat aliran sungai, yang selalu berdaun rindang dan berbuah banyak. Dalam kehidupan demikian, kita dapat menjadi berkat bagi dunia. Dalam kesaksian ini, saya akan menceritakan latar belakang saya, dan bagaimana Tuhan Allah menjamah saya lewat pernyataan diriNYA, baik dalam keberadaan hidup sehari – hari maupun lewat penglihatan dan mimpi. Melalui pernyataan Tuhan, saya merasa semakin dekat dengan Dia, dan merasa tidak dapat berbuat apa - apa tanpa Dia. Hidup Saya terasa seperti  seorang anak kecil yg selalu bergantung pada Ibunya.

Dulu dalam keadaan yang kurang beruntung, saya mencoba menyepelekan Tuhan dan mencoba mencari kuasa dunia untuk menjadi orang hebat. Saya berprinsip bahwa segala sesuatu bisa saya lakukan, selama masih ada manusia yang bisa menjangkau hal itutapi prinsip itu hanya sia – sia  dan sampai saat kesaksian ini saya mulai tulis , hidup  saya tetap seperti dulu dari sudut pandang dunia, namun  satu hal yang berbeda adalah saya merasa hidup sangat dekat dengan Tuhan Allah dan menilai dunia ini adalah tempat sementara untuk mencari harta yang kekal yaitu harta sorgawi.

Julukan saya adalah seorang pengcut, pembohong, pemalu dan pemalas. Ketika usia 8 tahun sampai usia belasan tahun, Saya juga termasuk orang yg tidak mengerti tentang Tuhan. Di usia 13 tahun ketika saya duduk di kelas satu sekolah menengah pertama, kegiatan keagamaan yang sering saya jalani hanyalah kebiasaan, saya tergolong egois karena rekan yang seumur dengan saya pergi sekolah minggu pada tiap hari minggu pagi tapi saya justru pergi sangkar burung di hutan. Kalau saya mengingat perilaku saya waktu masih usia remaja maka terbayang rasa malu dan penyesalan. Saat buku ini mulai saya tulis tanggal 17 mei 2009, dalam benak saya terdengar suara “ tiada yang benar “. Karena begitu tidak berartinya hidup saya yang hanya menyakiti hati orang tua, saudara dan teman terlebih Tuhan. Tuhan ampunilah saya, jangan hukum saya dengan amara dan murkaMU tapi pakailah saya memberitakan kebenaranMU untuk menebus kesalahan saya, diwaktu lalu dan untuk kebesaranMU dan kemuliaanMU di dunia ini.

Pembaca dapat memperoleh kesaksian dari saya lewat judul bacaan “PERNYATAAN ILAHI” yang terdiri dari 8 judul bahasan. Semoga Tuhan selalu menolong saya, sehingga dimampukan memposting kesaksian ini kepada segenap umatNYA.
  1.    Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
  2.   Tuhan Alla menegur setiap orang yang diksihNYA.
  3.   Tuhan Allah sangat peduli kepada umatNYA.
  4.   Tuhan Allah menguraikan FirmaNYA yang sulit dipahami oleh manusia.
  5.   Tuhan Allah memperlihatkan perjalanan hidup yang akan saya jalani.
  6.   Tuhan Allah menghibur dan menyelamatkan semua orang.
  7.    Kuasa Tuhan nyata dalam hidup saya.
  8.  Tuhan Allah selalu menjaga keluarga saya
Semoga kesaksian ini menjadi berkat bagi semua. Amin



Bagian ke.1

 Mintalah Apa Saja Yang Kamu Kehendaki 
Dan Kamu Akan Menerimanya, Yoh.15:7b

Kalimat ini sangat menarik hati dan pikiran  setiap orang yang mendengar atau membacanya. Ketika kalimat itu menjadi pokok bahasan, pada pelajaran agama Kristen di sekolah tempat saya belajar. Waktu itu saya duduk dibangku kelas satu SMP, saya begitu tertarik mendengar kalimat tersebut serta uraian yang disampaikan oleh guru agama. Waktu  perjalanan pulang dari sekolah, kalimat itu selalu terlintas dalam hati dan pikiran saya. Karena begitu tertarik, maka waktu selesai makan siang, saya mencoba lagi membuka pelajaran itu dan membaca kalimat tersebut dengan maksud untuk dapat mengerti arti dan maknanya.

Waktu terus berjalan dan tidak terasa sudah selesai makan malam bersama keluarga. Setelah itu saya ambil buku pelajaran agama lalu membuka bagian alkitab sebagai rujukan pelajaran disekolah. Walaupun saya mencoba memikirkan tapi saya tetap tidak punya bayangan tentang arti dan makna kalimat tersebut. Saat itu, saya tidak punya keinginan sebagai bahan untuk meminta sesuatu  kepada Tuhan sesuai isi Kitab injil Yohanes.15:7b. Namun pada saat saya membaca ayat tersebut, timbul sesuatu dorongan untuk terus  membaca secara berulang-ulang kalimat tersebut. Pada akhirnya saya semakin terkesan dengan kata “mintalah apa saja“. Pada saat itu, saya mengesampingkan kalimat sebelumnya dan sesudahnya, hati dan pikiran saya hanya tertuju pada kalimat : Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Sungguh-sungguh saya tidak terpengaruh kalimat lainnya.

Sebagai manusia tentu memiliki banyak keinginan, tapi saya sebagai seorang anak dari daerah pedalaman yang masih berumur sekitar 13 tahun, belum punya keinginan yang mau diajukan kepada Tuhan, apalagi Tuhan yang saya pahami belum menjadi harapan saya yang satu-satunya. Tapi malam itu, adalah yang pertama kalinya saya punya keinginan dalam hidup saya yaitu ingin bertemu dengan Tuhan Yesus. Tidak ada tujuan lain dalam keinginan itu selain bertekad bertemu dengan Tuhan Yesus. Keinginan itu terus bergejolak dalam hati dan pikiran saya, dan semakin menuntun dan mendorong saya. Terlebih bahwa saat itu, tiba-tiba saya memiliki hati yang sangat senang, dan terasa gembira untuk bertemu dengan Yesus yang sering saya dengar pemberitaanNYA lewat pengajaran dan khotbah di gereja.

Setelah selesai belajar, saya melipat Akitab dan buku pelajaran lalu merenung dengan hati yang sangat senang, untuk meminta agar Tuhan Yesus menampakan diri pada saya. Saya mulai berdoa, yang menjadi penekanan doa saya adalah : Saya ingin bertemu dengan Engkau Tuhan Yesus pada malam ini. Setelah itu saya tidur dengan selimut karena daerah tempat saya tinggal bersama keluarga adalah daerah yang tergolong dingin, terlebih saat itu adalah musim panas. Saya menutup mata dengan harapan Tuhan Yesus akan nampak pada saya. Hati saya sangat senang dimalam itu, tapi pada tengah malam saya terbangun dan ternyata Tuhan Yesus belum nampak pada saya, akhirnya saya bangun berdoa lagi dengan kalimat yang sama : Saya ingin bertemu dengan Engkau Tuhan Yesus pada malam ini, lalu tidur lagi karena malam semakin larut dan dingin semakin terasa.

Kira-kira sekitar jam 3 dini hari, saya terbangun lagi ternyata Tuhan yesus belum juga nampak, saya bangun dan duduk lagi lalu bertanya dalam hati, katanya mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya. Saat itu saya mengeluh dan menghembuskan nafas panjang dengan perasaan bersedih. Setelah itu saya menenangkan diri dan berdoa ketiga kalinya dengan kalimat  yg sama dalam doa pertama dan kedua : saya ingin bertemu dengan Engkau Tuhan Yesus pada malam ini. Setelah itu saya tidur dengan penuh harapan bahwa Tuhan Yesus akan menampakan DiriNYA pada saya. Kemudian Saya tutup mata lagi dengan sengat bahagia, terasa tidak ada beban dengan hati yang penuh harapan, disertai kerinduan yang sangat dalam. Tanpa terasa serta dengan keadaan bagaimana dan tanpa suatu tanda apa-apa, Dia adalah Tuhan Yesus nampak pada saya dengan memegang ulu hatinya seperti gambar “Hati Kudus”, Dia Nampak dengan jelas tanpa bicara apa-apa, seperti gambar dibawa ini.



Ketika Yesus menampakan diri pada saya, keadaan saya sangat berubah karena saya merasakan terangkat dari tempat dimana saya berada ,sedang melayang-layang dan tidak tersentuh dengan apa-apa. Saya  juga merasakan diri saya sedang mendidih seperti ikan diatas wajan yang sedang digoreng. bahkan saya seakan melihat diri saya benar-benar seperti itu. Tuhan Yesus nampak dengan sangat jelasmukanya berseri-seri dan nampak bercahaya dengan rambut yang sangat rapih. Setelah itu Tuhan Yesus berlalu dari hadapan saya tanpa sesuatu kata. Setelah itu saya terbangun dan mendapatkan diri saya sedang basa dengan keringat tanpa selimut dan baju. Ini adalah suatu hal yang sangat tidak mungkin terjadi bahwa seorang berkeringat tanpa selimut dan baju pada dini hari, didaerah yang dingin seperti tempat dimana saya berada waktu itu namun suatu kenyataan telah terjadi yang saya alami sendiri.

Tuhan Yesus telah memperlihatkan dirinya pada saya karena saya adalah bagian dari orang yang penuh dosa tapi masih disayangiYesus tidak mau membiarkan saya bertumbuh tanpa mengenal dan mengandalkan Dia sebagai Tuhan dan sumber segala sesuatu. Malam itu saya berdoa “terimah kasih Tuhan, aku sangat bahagia melihat wajahmu. Tidak ada yang dapat saya ungkapkan karena saya juga sama sekali tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya hanya punya kerinduan untuk melihat wajah Tuhan Yesus pada malam itu tidak ada tujuan lain. Waktu itu saya hanya tertarik dengan ayat Firman Tuhan bahwa Mintalah apa saja kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Dalam perjalanan hidup yang saya jalani sampai saat ini, saya memahami bahwa Tuhan Yesus nampak pada saya tanpa suatu kata-kata karena waktu itu saya tidak punya harapan lain selain melihat wajahnya. Tugas yang diberikan semakin nyata lewat pembacaan kitab suci dan mendengar ajaran pemberitaan Iinjil serta perjumpaan saya dengan Tuhan terus terjadi. Kalau perjumpaan pertama saya yang memohon tapi perjumpaan kedua dan ketiga Tuhan Yesus bernisiatip menemui saya untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting bagi diri saya yaitu menegur  saya atas suatu kesalahan yang sedang  saya lakukan atau memberi perintah / petunjuk untuk saya kerjakan.

Selain hal itu, Tuhan Yesus juga sering sekali hadir dalam mimpi saya untuk menjawab setiap doa saya atas permasalahan yang sedang saya hadapi. Saat ini saya merasa sangat dekat dengan Tuhan Yesus, saya merasa hati saya punya harapan yang luar biasa karena kadang saya sendiri tidak memahami apa yang saya lakukan tapi saya menjalani dan mengahiri dengan penuh sukacita. Perjalanan hidup saya bagaikan kendaraan yang sedang di arahkan oleh sopir / nahkoda. Kalau seandainya semua yang Tuhan lakukan saya catat maka sudah pasti terbit kesaksian ilahi yang begitu banyak. Suatu hal yang pasti bahwa yang Tuhan perbuat pada saya adalah pemenuhan atas janji dalam firmanNYA.

Semoga kesaksian nyata ini memberi manfaat bagi segenap pembaca bahwa Tuhan Yesus sungguh ada dan hadir disetiap tempat dan waktu bagi siapa saja, yang mengharap padaNYA dengan sungguh-sungguh, untuk kebesaran dan kemuliaan namaNYA. Tuhan Yesus memberkati kita. AMIN